Wednesday, March 27, 2019

Blangkon



Saat berpergian ke luar kota atau sedang berlibur pasti mengunjungi pusat pusat perbelanjaan. Untuk teman teman yang suka jalan jalan ke kota Yogyakarta adalah suatu hal yang wajib untuk berbelanja di Malioboro.

Yogyakarta adalah salah satu kota pariwisata yang berada di negara Indonesia. Salah satu ikon tempat yang sering dikunjungi adalah Malioboro. Tidak perlu khawatir akan menguras dompet karena di kota Yogyakarta barangnya murah murah apalagi kalau mau nawar di Pasar Bringharjo yang masih terletak di Malioboro.

Diemperan toko yang berjejer di sepanjang Malioboro pun menjajakan barang barang antik dan unik yang cocok untuk oleh- oleh khas. Untuk kamu yang suka kumpulin topi atau kolektor topi, ada topi khas Yogyakarta, namanya blangkon, bentuknya unik ada benjolannya, ingat ya cara pakainya benjolannya jangan ditaruh didepan, tapi ditaruh dibelakang.



Katanya benjolan topi blangkon dibelakang itu ada filosofinya, yaitu jangan menampakkan kemarahan atau kesedihan kepada orang lain, tetap tersenyum dan terus melayani. Wah keren ya, tidak heran orang disana ramah ramah.

Buruan datang ke Yogyakarta, kamu akan mendapatkan pengalaman baru dan pastinya kamu akan kangen untuk kembali ke kota ini lagi.

Pertanyaan Mahasiswa Jaman Sekarang



Inilah beberapa pertanyaan Mahasiswa jaman sekarang kepada Dosennya

Mahasiswa 1: Perekonomian negara semakin maju, asuransi semakin berkembang, Pak apakah setelah kita selesai kuliah mendapatkan asuransi menikah?

Mahasiswa 2: Ketika kita melakukan autopsi, apa warna hati pasien yang mengalami patah hati?

Mahasiswa 3: Pak mesin motor kalau dipanasin bakal marah atau tidak?

Mahasiswa 4: Mahasiswa yang siangnya ambil komputer malamnya di hukum apakah tidak capek?

Mahasiswa 5: Apa perasaan pertama bapak dosen ketika bertemu kadaver (mayat) cantik?

Mahasiswa 6: Kenapa balon hijau meletus bunyinya dor, apakah sama antara bunyi tembakan dengan bunyi balon meletus?

Mahasiswa 7: Pak bagaiman cara menikung tanpa harus belok?

Duh kacau banget kan pertanyaan mahasiwa jaman sekarang, semoga kalian terhibur.


Tuesday, March 26, 2019

Nonton Dangdut vs Nonton Sinetron



Ibu : Mana sih remote tvnya? Udah mulai acaranya.
Ayah : Bu itu remote ada disebelah kaki Ibu, makanya punya kaki dipelihara jangan kaya gudang.
Ibu : Tega kau Fernando, sudah mengatakan itu
Ayah: Nama ayah bukan Fernando tapi Sukando, gara gara banyak nonton sinetron Ibu jadi amnesia
Ibu: Isabel mau nonton tv dulu, jangan ganggu
Ayah: sejak kapan nama Ngatinem berubah jadi Isabel, huft
-----------------------------------------------------------
Ayah: Bu hari ini ada acara grand final Dangdut
Ibu: Ih ayah ganggu aja, ini bakal seru serunya (film), sebentar lagi kedok penjahatnya bakal ketahuan
Ayah: Tapi bu ini juga lagi seru serunya grand final
Ibu: Ayah gitu banget sih, udah gak sayang ya sama Ibu
Ayah: eh bukan gitu Bu, tapi tapi..
Ibu: sudahlah yah Ibu ini capek diginiin terus, tadi pagi Ibu sudah berusaha keras tawar menawar tukang sayur sampai titik darah terahir, ngertiin Ibu donk yah
Ayah: tapi bu..
Ibu: Ibu ini lelah yah cukup
-------------------------------------------------------------
Ibu menghidupkan tv dan menekan chanel yang dicari
Ibu: Yah kok gak ada???
Ayah: Ibu lupa ya hari ini sinetronnya libur
Ibu: Ayahhhhhhh!!!!
Ayah: Hahahahaha digoyang mank

Monday, March 25, 2019

Cahaya Pagi




Sinarnya yang menghangatkan badan
Kandungan Vitamin D yang menguatkan tulang
Membangunkan burung-burung untuk bekerja
Warna merah yang menguning terang
Membawa embun pada dedaunan
Membuka lebar kebahagiaan
Lari kecil anak anak berseragam
Tawa bahak yang terlepaskan
Angin yang lembut menenangkan
Kesejukan menyempurnakan
Terimakasihku untuk yang menciptakan


Pensil


Benda yang panjang kurus dan lancip diujungnya. Biasa terbuat dari kayu yang berisi grafit, itulah pensil. Berapa banyak karya sastra, karya ilmiah yang telah digoreskan. Pensil telah memberikan banyak manfaat bagi kita. Pernah merasakan susahnya menulis ketika ujung pensil tumpul, sama seperti kita yang merasakan susah ketika melakukan sesuatu. Belajarlah dari sebuah pensil. Pensil akan mengorbankan kayunya agar ujung pensil tetap lancip. Ia akan meraut dan terus meraut agar tetap bisa menulis, begitupun juga kita, teruslah berlatih dan mengorbankan waktu untuk hal yang bermanfaat, terus dan terus berlatih agar bisa berguna bagi bangsa dan negara sampai ujung maut tiba.




Misteri Batu Kertas Gunting



A : Dek, kakak punya pertanyaan
B : Kakak mau tanya apa?
A : Kamu tahu gak permainan Batu Kertas Gunting?
B : Tahu, yang main pakai jari tangankan
A : Iya, tapi..
B : Tapi kenapa?
A : Kakak masih gak paham??
B : Ya ampun kak.. itukan mainan anak anak, semua orang juga tahu.
A : Emangnya kamu tahu?
B : Ya tahu lah
A : Kakak tanya ya
B : Ok
A : kalau kertas kalah sama gunting, gunting kalah sama batu, tapi kenapa batu bisa kalah sama kertas?
B : mmmmm???
A : Tuh kan gak tahu
B : Iya ya??

Sebuah misteri anak anak yang belum terpecahkan, bagaimana kertas bisa menghancurkan batu sedangkan batu lebih keras dari kertas. Konon katanya ini adalah sebuah cerita pembalasan dendam yang mana kertas berteman baik dengan batu, tetapi gunting tidak menyukai kertas maka kertas ia gunting kemudian batu melihat temannya kertas digunting, si batu membalas dendam pada gunting dan menghancurkan gunting.
Meskipun demikian jawaban kertas mengalahkan batu belum bisa terjawab?? Apakah kertas mengalahkan batu dengan cinta??.







DAUN YANG KERING (EPS.3)



Ya aku lulus dengan IPK 3,1 dan bagiku ini sudah sangat baik. Aku mampu membalikkan IPK ku di semester sebelumnya yang aku dapat 1,3. Aku mampu membalikan 180 derajat nilaiku, Alhamdulillah dengan bantuan teman- temanku yang mau mengajariku.
Setelah aku diwisuda, aku mulai memikirkan pendidikan dan pekerjaan, krisis dikeluargaku belum juga membaik. Ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya tetapi terhambat oleh dana. Lagi lagi aku jatuh dan bingung harus bagaimana?. Preasure yang kuat dari keluargaku dilain sisi Ibuku menyuruhku untuk bekerja dilain sisi ayahku menyuruhku untuk melanjutkan pendidikan. Secara nalar memang tidak mungkin untuk bisa melanjutkan pendidikan karena dana yang ada hanya cukup untuk makan. Dan akhirnya aku memutuskan untuk bekerja. Lagi lagi aku dituntut untuk mencari pekerjaan yang dekat dengan rumah dan dilarang untuk bekerja di luar kota. Aku semakin down bagaimana mungkin di daerahku belum ada perusahaan yang sesuai dengan pendidikan yang aku tempuh, entah alasan apa orang tuaku menyuruhku seperti itu?. Ah sudahlah aku memutuskan untuk bekerja serabutan. Aku menyiapkan semua syarat untuk melamar pekerjaan dan aku hanya mengandalkan ijazah SMAku saja, dan tak lama kemudian aku di terima di suatu tempat. Ini pekerjaan belum pernah aku lakukan, enak sih, tapi sepertinya membuat aku bosan, dan pekerjaan itu adalah...

Bersambung