Monday, April 15, 2019

Ketidaksempurnaan menjadikan aku sempurna



Si Monyong (bibir maju) : setiap aku menggerakan bibirku semua orang tertawa, dan membuat aku sebagai pelawak, saat mereka bersedih kedatanganku membuat mereka tersenyum, saat mereka stres dengan pekerjaannya kedatanganku membuat mereka lega tertawa.

Si Pendek : kadang susah mengambil barang barang yang terlalu tinggi, tetapi aku yang sering mengambilkan barang itu, karena aku pendek dan mudah diangkat, mereka mengangkat badanku untuk mengambilkan barang yang terletak di atas.

Si Kurus : Mungkin mereka yang bertubuh normal akan susah untuk melewati sela sela ruangan yang sempit tetapi tidak bagiku, hal itu sangat mudah bagiku.

Si Gendut : Saat kalian merasa kekenyangan aku memiliki ruang yang lebar untuk memakannya, saat kalian tidak memiliki bantal sebagai sandaran aku sangat nyaman untuk bersender.

Si Botak : Aku bisa menghemat biaya bulanan dan tidak perlu repot untuk membeli minyak rambut, shampo dan babershop.

Si Hitam (Kulit Hitam): Aku tidak perlu menggunakan pelembap, tidak perlu takut matahari, aku senang berjalan di siang hari.

Si Pesek (hidung kecil) : mungkin mereka akan iri, aku mudah untuk menggunakan topeng yang datar.

Si Bodoh : dalam pekerjaan tim aku selalu bebas tugas dalam mencari bahan materi.




Tuesday, April 2, 2019

Tulus



$1
Aku butuh $1 dari mu
Kamu akan memberikan $1 milikmu
Tanpa melihat aku siapa
Tanpa melihat dari mana aku
Aku tidak perduli dari mana kamu
Aku tidak perduli apa warna kulitmu
Aku tidak perduli kedudukanmu
Aku butuh $1 milikmu
$1 Saja
Hanya $1
Kamu tidak akan mengharap kembali
Kamu tidak akan mendapatkan pujian
Kamu akan kehilangan $1
$1 tidak lebih dari harga baju
$1 tidak lebih dari harga dompet
Aku butuh $1 dari mu
Kamu tidak perlu cari aku
Kamu tidak perlu mengadiliku
Kamu percaya
Aku percaya
Bahwa masih ada KETULUSAN



DAUN YANG KERING (EPS 4)



Aku dipanggil di konter handphone, tidak perlu repot repot ujian masuk atau bersaing dengan yang lain untuk mendapatkan pekerjaan, aku langsung dipanggil ke konter tersebut tetapi belum resmi jadi karyawan. Aku bertemu dengan Ibu Salis dia adalah admin di konter itu, dan aku diperintahkan menunggu untuk bertemu pemiliknya, Ibu Lia dan Pak Hendro. Aku gugup karena ini pertama kalinya aku bekerja di tempat orang. Tak lama kemudian datang mobil kijang merah, aku menebak bahwa mereka telah datang. Orang berbadan besar dan kepala dengan rambut tipis berkulit hitam keluar dari mobil. Seram sekali orang itu dalam batin ku. Apakah dia bos ku?
Ibu Salis mengenalkan Orang itu kepadaku, " Wahyu kenalkan ini Pak Andri"
"Pemilik konter ini ya Bu?" tanyaku
"Bukan, Pak Andri ini marketing disini" jawab Ibu Salis.
Ternyata dia bukan pemilik di sini. Dan aku mulai menunggu kembali.
Tak lama datang seorang laki laki membawa motor honda beat hijau putih. Orang itu berambut hitam ikal, berkulit sawo matang, berperut buncit.
Aku bertanya pada Ibu Salis, "Ibu apakah dia orangnya?"
"Bukan, itu namanya Irfan, dia partnermu dalam bekerja"
Duh lama sekali aku menunggu, rasanya gugup ini tidak kunjung menghilang, apakah seperti ini rasanya di PHP (pemberi harapan palsu).
Datanglah seorang laki laki paruh baya, dia membawa kantong kresek hitam besar. Dengan prasangka buruk ku, aku berprasangka dia orang yang sedang mencari barang bekas. Kemudian bapak itu melewatiku dan masuk ke dalam konter menemui Ibu Salis, Aku hanya mendiamkan saja.
"Pak bagaimana sudah ditarik tagihan handphonnya dari toko" tanya Ibu Salis.
"Sudah, hanya beberapa saja yang belum membayar, mungkin minggu depan" kata Bapak itu.
"Ya Sudah Bapak istirahat dulu dan makan, ini Hp returan ditaruh disini saja" kata Ibu Salis.
Bapak itu mendekatiku dan mengambil kursi dan duduk disebelahku. Spontan aku menyapa.
"Kenalkan Pak saya orang baru yang ingin menjadi karyawan di sini, Wahyu" sapaku.
"Oh iya kenalkan saya Pak Wahid, Ayahnya Ibu Salis". Jawab Pak Wahid
Ternyata Bapak ini Ayah dari Ibu Salis.
" Bapak ke sini mau jemput Bu Salis?" Tanyaku.
"Tidak, Bapak di sini bekerja sebagai penagih dan mengurus barang returan" Jawab Pak Wahid.
"Itu kresek hitam yang dibawa Bapak
Apa?". Tanyaku penasaran.
" Itu.." sambil menunjukkan barang di atas meja Ibu Salis " Itu isinya handphone yang telah direturn karena ada kerusakan makanya dikembalikan" Jawab Pak Wahid.
Astagah aku sudah berburuk sangka dengan Bapak ini, aku kira dia orang yang cari barang bekas ternyata dia bekerja di sini, padahal umurnya sudah tidak muda lagi tapi semangatnya untuk mencari rezeki luar biasa.
Dan aku melanjutkan menunggu kembali untuk bertemu Pemilik yang tak kunjung datang.
"Kring, kring, kring" bunyi telepon.
Ibu Salis mengangkat telepon.
"Iya pak, iya pak" Ibu Salis sambil menelepon.
Tak lama kemudian aku dipanggil oleh Ibu Salis. Duh ada apa ya? Dengan gugup aku bertanya tanya. Apakah aku tidak jadi diterima atau bagaimana? Duh deg deg an.
"Wahyu, maaf ya" kata Ibu Salis
"Maaf kenapa??" tanyaku penasaran bercampur takut. Apakah aku tidak jadi diterima
"Maaf Pak Hendro dan Bu Lia tidak bisa datang sekarang, tetapi kamu bisa bekerja mulai besok ini" jawab Bu Salis.
Alhamdulillah.. Akhirnya rasa gugupku mulai menghilang dan senang bisa bekerja.

Bersambung....

Monday, April 1, 2019

Manusia Tidak Bekerja Lagi



Jaman semakin berkembang, teknologi semakin maju, dengan munculnya perangkat komputer mulailah era baru. Dan sekarang sudah muncul era robotik tidak hanya itu tetapi juga AI sebuah kecerdasan buatan, AI bisa membaca logaritma dengan cepat yang manusia sendiri butuh bertahun tahun untuk mempelajarinya.
Dengan munculnya berbagai macam robot akan menggantikan semua tugas manusia, eksistensi manusia akan semakin berkurang, dari mulai berbelanja, memasak, membuat bangunan, menyetir dan sebagainya sudah mulai digantikan robot.
Robot bisa menggantikan tugas manusia apapun dan membuat manusia tidak perlu bekerja. Ini tergantung peran dari pemerintah atau pemimpin dunia. Jika pemimpin dunia bisa menanggalkan egoismenya maka semua orang di dunia tidaklah perlu bekerja untuk mencari uang, biarkan robot robot yang bekerja untuk manusia, tugas manusia hanyalah beribadah dan makan karena semua telah ditanggung pemimpin dunia.
Kita tidak perlu bekerja lagi, sawah sudah diurus robot, berkebun sudah diurus robot, migas sudah diurus robot berinvestasi sudah diurus robot, mengajar sudah diurus robot, manusia hanya berbelanja mengeluarkan uang, dan mendapatkan uang lagi dari robot.
Inilah tugas pemimpin dunia agar bisa membuat keadilan pada semua manusia.
Gerbang dunia robot sudah mulai terbuka, semoga semakin baik dan tidak ada lagi kejahatan, pembunuhan karena keadilan akan merata.