Aku dipanggil di konter handphone, tidak perlu repot repot ujian masuk atau bersaing dengan yang lain untuk mendapatkan pekerjaan, aku langsung dipanggil ke konter tersebut tetapi belum resmi jadi karyawan. Aku bertemu dengan Ibu Salis dia adalah admin di konter itu, dan aku diperintahkan menunggu untuk bertemu pemiliknya, Ibu Lia dan Pak Hendro. Aku gugup karena ini pertama kalinya aku bekerja di tempat orang. Tak lama kemudian datang mobil kijang merah, aku menebak bahwa mereka telah datang. Orang berbadan besar dan kepala dengan rambut tipis berkulit hitam keluar dari mobil. Seram sekali orang itu dalam batin ku. Apakah dia bos ku?
Ibu Salis mengenalkan Orang itu kepadaku, " Wahyu kenalkan ini Pak Andri"
"Pemilik konter ini ya Bu?" tanyaku
"Bukan, Pak Andri ini marketing disini" jawab Ibu Salis.
Ternyata dia bukan pemilik di sini. Dan aku mulai menunggu kembali.
Tak lama datang seorang laki laki membawa motor honda beat hijau putih. Orang itu berambut hitam ikal, berkulit sawo matang, berperut buncit.
Aku bertanya pada Ibu Salis, "Ibu apakah dia orangnya?"
"Bukan, itu namanya Irfan, dia partnermu dalam bekerja"
Duh lama sekali aku menunggu, rasanya gugup ini tidak kunjung menghilang, apakah seperti ini rasanya di PHP (pemberi harapan palsu).
Datanglah seorang laki laki paruh baya, dia membawa kantong kresek hitam besar. Dengan prasangka buruk ku, aku berprasangka dia orang yang sedang mencari barang bekas. Kemudian bapak itu melewatiku dan masuk ke dalam konter menemui Ibu Salis, Aku hanya mendiamkan saja.
"Pak bagaimana sudah ditarik tagihan handphonnya dari toko" tanya Ibu Salis.
"Sudah, hanya beberapa saja yang belum membayar, mungkin minggu depan" kata Bapak itu.
"Ya Sudah Bapak istirahat dulu dan makan, ini Hp returan ditaruh disini saja" kata Ibu Salis.
Bapak itu mendekatiku dan mengambil kursi dan duduk disebelahku. Spontan aku menyapa.
"Kenalkan Pak saya orang baru yang ingin menjadi karyawan di sini, Wahyu" sapaku.
"Oh iya kenalkan saya Pak Wahid, Ayahnya Ibu Salis". Jawab Pak Wahid
Ternyata Bapak ini Ayah dari Ibu Salis.
" Bapak ke sini mau jemput Bu Salis?" Tanyaku.
"Tidak, Bapak di sini bekerja sebagai penagih dan mengurus barang returan" Jawab Pak Wahid.
"Itu kresek hitam yang dibawa Bapak
Apa?". Tanyaku penasaran.
" Itu.." sambil menunjukkan barang di atas meja Ibu Salis " Itu isinya handphone yang telah direturn karena ada kerusakan makanya dikembalikan" Jawab Pak Wahid.
Astagah aku sudah berburuk sangka dengan Bapak ini, aku kira dia orang yang cari barang bekas ternyata dia bekerja di sini, padahal umurnya sudah tidak muda lagi tapi semangatnya untuk mencari rezeki luar biasa.
Dan aku melanjutkan menunggu kembali untuk bertemu Pemilik yang tak kunjung datang.
"Kring, kring, kring" bunyi telepon.
Ibu Salis mengangkat telepon.
"Iya pak, iya pak" Ibu Salis sambil menelepon.
Tak lama kemudian aku dipanggil oleh Ibu Salis. Duh ada apa ya? Dengan gugup aku bertanya tanya. Apakah aku tidak jadi diterima atau bagaimana? Duh deg deg an.
"Wahyu, maaf ya" kata Ibu Salis
"Maaf kenapa??" tanyaku penasaran bercampur takut. Apakah aku tidak jadi diterima
"Maaf Pak Hendro dan Bu Lia tidak bisa datang sekarang, tetapi kamu bisa bekerja mulai besok ini" jawab Bu Salis.
Alhamdulillah.. Akhirnya rasa gugupku mulai menghilang dan senang bisa bekerja.
Bersambung....

No comments:
Post a Comment