Angin yang kencang menghembus ke suatu arah. Tempat yang sejuk sedikit lembab dan sedikit pencahayaan. Disini aku menetap, dan tidak akan berpindah. Kakiku sudah merekat kuat di tanah ini. Aku khawatir apakah aku bisa hidup di sini. Aku takut tidak mendapatkan makanan. Mungkinkah aku bertahan jika terdapat ulat disekelilingku. Tapi aku yakin Tuhan telah menetapkan takdirku di sini. Tuhan datangkan air untuk aku bertahan dan dia membuat cadangan air ketika kemarau datang. Aku tidak perlu berjalan jalan mencari makanan, Tuhan telah mendatangkan makanan untukku.Tuhan memberiku bau yang tidak sedap untuk menjagaku dari para pelahap diriku. Aku tidak perlu uang, aku tidak perlu tahta, aku tidak perlu rumah, karena aku tidak diciptakan dengan nafsu. Sampai aku tumbuh besar dan semakin besar. Ukuran tubuhku dapat dipeluk oleh lima manusia. Banyak makhluk hidup yang berteduh dibawahku baik dari sinar matahari ataupun dari hujan. Syukur dan hanya syukur yang bisa ku katakan. Tidak peduli dengan pekerjaan seperti manusia harus pindah dari tempat satu ke tempat lain hanya untuk mencari makan sedangkan diriku hanya menetap dan bertasbih, Tuhan mengirimkan makanan. Aku bersyukur menjadi pohon.
Friday, February 21, 2020
Thursday, February 20, 2020
Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan adalah salah satu masalah yang selalu ada di setiap tempat. Bahkan dapat menjadi alasan untuk seseorang melakukan tindak kriminal. Apabila dapat menekan tingkat kemiskinan maka dapat menekan pula tingkat kriminalitas. Nah jadi apa saja sih penyebab kemiskinan itu? Dan di bawah ini kumpulan penyebab kemiskinan
1. Kurangnya peran pemerintah dan masyarakat sekitar
2. Kurangnya tindakan atau usaha dari pelaku kemiskinan
3. Tingkat pendidikan yang rendah
4. Terbatasnya lapangan pekerjaan
5. Cara berpikir yang masih tradisional dan konservatif
6. Apatis dan anti hal-hal baru
7. Mentalitas dan etos kerja yang kurang baik
8. Keadaan alam yang kurang mendukung
9. Keterisolasian secara geografis dari pusat
10. Tidak adanya potensi atau produk andalan
11. Rendahnya kinerja
12. Budaya korup aparatur pemerintah daerah
13. Merosotnya standar perkembangan pendapatan per kapita secara global
14. Biaya kehidupan yang tinggi
15. Pertumbuhan ekonomi yang lambat
16. Stagnasi produktivitas tenaga kerja
17. Semi pengangguran yang tinggi
18. Kelahiran yang tinggi
19. Degadrasi pada kemampuan sumber daya alam dan lingkungan
20. Mata pencaharian utama dari sektor pertanian
21. Adanya perekonomian dualitis
22. Kurangnya pengolahan sumber daya alam secara efisien
23. Pertumbuhan penduduk yang cepat
24. Tingginya angka pengangguran
25. Kondisi ekonomi yang terbelakang
26. Adanya kelangkaan alat modal
27. Rendahnya tingkat penguasaan teknologi
28. Orientasi ekspor barang primer
29. Kondisi keamanan tidak kondusif
30. Tingkat inflasi yang tinggi
31. Distribusi pendapatan yang tidak merata
Nah smoga tambah tahu para pembaca yang budiman bahwa banyak sekali penyebab dari kemiskinan. Kita dapat merumuskan apa saja strategi penanggulangan kemiskinan tersebut dilihat dari penyebabnya. Kita akan membahas kembali tentang kemiskinan di sesi selanjutnya.
1. Kurangnya peran pemerintah dan masyarakat sekitar
2. Kurangnya tindakan atau usaha dari pelaku kemiskinan
3. Tingkat pendidikan yang rendah
4. Terbatasnya lapangan pekerjaan
5. Cara berpikir yang masih tradisional dan konservatif
6. Apatis dan anti hal-hal baru
7. Mentalitas dan etos kerja yang kurang baik
8. Keadaan alam yang kurang mendukung
9. Keterisolasian secara geografis dari pusat
10. Tidak adanya potensi atau produk andalan
11. Rendahnya kinerja
12. Budaya korup aparatur pemerintah daerah
13. Merosotnya standar perkembangan pendapatan per kapita secara global
14. Biaya kehidupan yang tinggi
15. Pertumbuhan ekonomi yang lambat
16. Stagnasi produktivitas tenaga kerja
17. Semi pengangguran yang tinggi
18. Kelahiran yang tinggi
19. Degadrasi pada kemampuan sumber daya alam dan lingkungan
20. Mata pencaharian utama dari sektor pertanian
21. Adanya perekonomian dualitis
22. Kurangnya pengolahan sumber daya alam secara efisien
23. Pertumbuhan penduduk yang cepat
24. Tingginya angka pengangguran
25. Kondisi ekonomi yang terbelakang
26. Adanya kelangkaan alat modal
27. Rendahnya tingkat penguasaan teknologi
28. Orientasi ekspor barang primer
29. Kondisi keamanan tidak kondusif
30. Tingkat inflasi yang tinggi
31. Distribusi pendapatan yang tidak merata
Nah smoga tambah tahu para pembaca yang budiman bahwa banyak sekali penyebab dari kemiskinan. Kita dapat merumuskan apa saja strategi penanggulangan kemiskinan tersebut dilihat dari penyebabnya. Kita akan membahas kembali tentang kemiskinan di sesi selanjutnya.
KEMISKINAN
Halo semuanya hari ini aku ingin sedikit bicara tentang kemiskinan. Apa sih kemiskinan itu? Menurut wikipedia kemiskinan adalah keadaan saat ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung pendidikan dan kesehatan. Wah berarti hewan itu dikategorikan makhluk miskin ya hahaha.. Gak gitu juga kale..
Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) penduduk di negara Indonesia dikatakan miskin yaitu penduduk yang memiliki rata-rata pendapatan Rp 425.250/bulan per kapita. Jadi kalau sudah berumahtangga memiliki satu istri dan dua anak pendapatannya Rp 1.990.170 itu sudah dikatakan miskin. Wah jadi mikir jika ingin berumah tangga kalau gaji UMR (Upah Minimum Regional) masih di bawah 1,9 juta, kira kira bisa menafkahkan anak istri gak ya? Sedangkan orang dianggap tidak miskin menurut BPS di tahun 2018 jika pendapatan perkapitanya Rp 4,6 juta atau jika sudah berkeluarga memiliki satu istri dan dua anak pendapatannya Rp 18,4 juta. Kerja apa ya yang gajinya segitu?
Terus gimana donk cara agar gak miskin? Ini ada pendapat dikutip tempo 2020 dari MenKo Bidang Pembangunan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy tentang cara memutuskan kemiskinan, yaitu dengan cara "Si Kaya menikahi Si Miskin". Duh buset dah kira-kira si kaya mau gak ya sama si miskin? Emang bener sih mendistribusikan kekayaan dengan jalur pernikahan itu bisa jadi salah satu solusi, tapi tidak semua yang kaya pasti mau, tergantung selera kali ya.. Hehe. Kemudian ada juga pendapat dari Mentri Sosial dikutip medcom.id, Juliana P Batubara mengatakan pengendalian jumlah penduduk menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kemiskinan, salah satunya dengan cara KB (Keluarga Berencana). Tapi menurut aku ini ada rasa diskriminasinya ya.. Jadi hanya orang orang miskin saja yang dibatasi. Tapi memang benar jika ingin berkeluarga harus direncanakan dengan matang, tapi yang namanya takdir gak ada yang tahu, bisa jadi punya anak lebih dari dua. Yang penting kita yakin bahwa rezki sudah ada yang atur.
Nah begitu dulu pembahasan kita tentang kimiskinan, nanti kita lanjut lagi dan menganalisis pandangan-pandangan dari ahli yang lain.
Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) penduduk di negara Indonesia dikatakan miskin yaitu penduduk yang memiliki rata-rata pendapatan Rp 425.250/bulan per kapita. Jadi kalau sudah berumahtangga memiliki satu istri dan dua anak pendapatannya Rp 1.990.170 itu sudah dikatakan miskin. Wah jadi mikir jika ingin berumah tangga kalau gaji UMR (Upah Minimum Regional) masih di bawah 1,9 juta, kira kira bisa menafkahkan anak istri gak ya? Sedangkan orang dianggap tidak miskin menurut BPS di tahun 2018 jika pendapatan perkapitanya Rp 4,6 juta atau jika sudah berkeluarga memiliki satu istri dan dua anak pendapatannya Rp 18,4 juta. Kerja apa ya yang gajinya segitu?
Terus gimana donk cara agar gak miskin? Ini ada pendapat dikutip tempo 2020 dari MenKo Bidang Pembangunan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy tentang cara memutuskan kemiskinan, yaitu dengan cara "Si Kaya menikahi Si Miskin". Duh buset dah kira-kira si kaya mau gak ya sama si miskin? Emang bener sih mendistribusikan kekayaan dengan jalur pernikahan itu bisa jadi salah satu solusi, tapi tidak semua yang kaya pasti mau, tergantung selera kali ya.. Hehe. Kemudian ada juga pendapat dari Mentri Sosial dikutip medcom.id, Juliana P Batubara mengatakan pengendalian jumlah penduduk menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kemiskinan, salah satunya dengan cara KB (Keluarga Berencana). Tapi menurut aku ini ada rasa diskriminasinya ya.. Jadi hanya orang orang miskin saja yang dibatasi. Tapi memang benar jika ingin berkeluarga harus direncanakan dengan matang, tapi yang namanya takdir gak ada yang tahu, bisa jadi punya anak lebih dari dua. Yang penting kita yakin bahwa rezki sudah ada yang atur.
Nah begitu dulu pembahasan kita tentang kimiskinan, nanti kita lanjut lagi dan menganalisis pandangan-pandangan dari ahli yang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)

