Sepertinya keinginan untuk keluar dari jurusanku semakin kuat, aku ingin pindah ke jurusan lain. Jurusan kesehatan memang bukan kesukaanku, ini adalah keinginan orang tua ku. Salah satu penyebab kenapa aku memilih jurusan ini karena aku teringat Almarhum adik ku, yang mana dia terkena penyakit yang tidak ada solusinya. Syaraf motoriknya tidak berjalan, bahkan dia tidak merespon apapun. Dari pengobatan modern sampai pengobatan alternatif tidak ada yang bisa menangani. Itulah mengapa aku ingin masuk ke jurusan kesehatan.
Aku sempat hopeless, tetapi ternyata harapan itu datang. Mulai satu per satu aku mendapatkan teman. Bersyukur sekali memiliki teman yang wellcome terhadap ku. Mereka memotivasi aku untuk tidak menyerah. Lambat laun aku mulai terbiasa dengan ritme perkuliahan ini. Bahkan aku mulai mahir dalam memecahkan kasus. Alhamdulillah aku dibimbing teman temanku yang lebih mahir dari pada aku. Kalau boleh berandai, ketika nanti aku sukses dan berhasil aku ingin memberikan sesuatu kepada teman temanku sebagai bentuk terimakasih ku kepada mereka, meskipun itu masih sekedar mimpi, dan aku berharap bisa menjadi doa.
Oh iya terlebih dahulu perlu diketahui aku memiliki sifat introvert, sifat dimana seseorang lebih suka sendiri, atau lebih menutup diri. Oleh sebab itu bagi ku memiliki teman banyak adalah sebuah prestasi. Karena kebanyakan orang introvert hanya memiliki 1 sampai 3 teman. Tapi aku terus belajar untuk menjadi orang yang sosial dengan keterbatasan yang aku punya.
Setelah aku menjalani perkuliahan, ternyata benar kata kakak ku, Wahyah bahwa kunci kuliah itu ada di semester 1 dan 2, kalau nilaimu hancur jangan harap bisa lulus tepat waktu. Dan kunci untuk tidak putus asa dalam menjalani perkuliahan yaitu bergaul dengan teman teman yang lebih ahli. Seperti sebuah peribahasa jika kamu berteman dengan penjual minyak wangi kamu akan mendapatkan wanginya.
Hari demi hari aku menjalani perkuliahan alhasil aku lulus dengan IPK....
Bersambung...
Aku sempat hopeless, tetapi ternyata harapan itu datang. Mulai satu per satu aku mendapatkan teman. Bersyukur sekali memiliki teman yang wellcome terhadap ku. Mereka memotivasi aku untuk tidak menyerah. Lambat laun aku mulai terbiasa dengan ritme perkuliahan ini. Bahkan aku mulai mahir dalam memecahkan kasus. Alhamdulillah aku dibimbing teman temanku yang lebih mahir dari pada aku. Kalau boleh berandai, ketika nanti aku sukses dan berhasil aku ingin memberikan sesuatu kepada teman temanku sebagai bentuk terimakasih ku kepada mereka, meskipun itu masih sekedar mimpi, dan aku berharap bisa menjadi doa.
Oh iya terlebih dahulu perlu diketahui aku memiliki sifat introvert, sifat dimana seseorang lebih suka sendiri, atau lebih menutup diri. Oleh sebab itu bagi ku memiliki teman banyak adalah sebuah prestasi. Karena kebanyakan orang introvert hanya memiliki 1 sampai 3 teman. Tapi aku terus belajar untuk menjadi orang yang sosial dengan keterbatasan yang aku punya.
Setelah aku menjalani perkuliahan, ternyata benar kata kakak ku, Wahyah bahwa kunci kuliah itu ada di semester 1 dan 2, kalau nilaimu hancur jangan harap bisa lulus tepat waktu. Dan kunci untuk tidak putus asa dalam menjalani perkuliahan yaitu bergaul dengan teman teman yang lebih ahli. Seperti sebuah peribahasa jika kamu berteman dengan penjual minyak wangi kamu akan mendapatkan wanginya.
Hari demi hari aku menjalani perkuliahan alhasil aku lulus dengan IPK....
Bersambung...
No comments:
Post a Comment